Nasional

PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media

PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) – Selamat datang di situs berita Jabar Pos. Kami menyajikan sejumlah informasi yang aktual dan terpercaya untuk Anda yang ditulis dari berbagai sumber terpercaya. Untuk pencarian berita yang serupa atau satu tema, Anda bisa menemukan di kategori Nasional. Selamat membaca!

Judul : PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media
Link: PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media

Baca Juga

PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media



Petinggi Partai Demokrat Andi Arief ditangkap dalam kasus Narkoba jenis Sabu. Atas kasus ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono malah menyalahkan Presiden Jokowi.

Arief Poyuono menilai Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief merupakan korban dari kegagalan pemerintahan Presiden Jokowi yang gagal memberantas peredaran Narkoba.

“Andi Arief cuma jadi korban kegagalan Pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan Narkoba di Indonesia,” kata Arief lewat pesan singkat, Senin (4/3/2019).

Dan Follow Juga Sosial Media Kami

Twitter: https://twitter.com/tvOneNews

Facebook: http://facebook.com/tvOneNews

Instagram: http://instagram.com/tvOneNews

———————————————————————————

Demikian Informasi Tentang PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media

Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat pengetahuan untuk para pembaca sekalian.

Anda telah menyaksikan PANAS!! Debat Masinton Pasaribu vs Arief Poyuono Soal Narkoba || Apa Kabar Indonesia Malam (5/3/19) | JabarPos Media.

Show More

Related Articles

43 Comments

  1. Ssaya bukan pendukung Prabowo dan bukan pula pendukung militan Jokowi.
    Pandangan saya sebagai orang netral kurang lebih begini.

    Sebenernya ga ada yang salah statement dari si Arief Poyuono ini tentang isu peredaran narkoba dan memang perlu diakui jika pemberantasan peredran narkoba di Indonesia belum maksimal hasilnya atau dianggap masih gagal. Jika kita mau legowo dan berintrospeksi, pernyataan Arief ini sah-sah saja dikemukakan dalam konteks keprihatinan maraknya peredaran narkoba. Memang perlu kritikan agar pemerintah dapat selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba.

    Tapi…. sekali lagi tapi…. menjadi tidak wajar ketika kritikan peredaran narkoba ini baru muncul sekarang setelah tersebar berita kasus kader partai koalisinya (demokrat) terjerat kasus narkoba. Kemarin2 kemana aja pak Arief Poyuono? anak2/pelajar sekolah sudah banyak yang jadi korban narkoba dan kemarin2 bapak masih adem ayem aja. Tapi giliran sekarang ada kader partai koalisinya terjerat baru berkoar dan santer pula berkoarnya.

    Jadi, tujuan sebenarnya dari pernyataan Arief Poyuono yang santer diberitakan ini mudah ditebak (dengan sangat jelas) untuk dikemas sebagai "kritikan" tapi sejatinya bertujuan untuk:

    1. membelokkan sekaligus meredam isu kasus narkoba Andi Arief agar tidak terlalu disorot (karena berpotensi menurunkan elektabilitas Prabowo dalam pilpres dan parta koalisi Prabowo dalam Pileg). Fokus pemberitaan semaksimal mungkin digiring dan diarahkan kepada masalah kegagalan pemerintah dalam upaya menanggulangi/memberantas peredaran narkoba.

    2. Untuk menjatuhkan Jokowi dalam kancah pilpres sebagai Presiden petahana yang gagal memberantas narkoba.

    3. mengganti materi kampanye destruktif (yang menyasar Jokowi) dimana koalisi Gerindra menganggap isu "kegagalan pemberantasan korupsi" dianggap kurang efektif dalam upaya meningkatkan elektabilitas Prabowo (bahkan salah sasaran dengan mengusung kenaikan gaji ASN untuk mencegah terjadinya korupsi saat debat pilpres pertama). Sebagai gantinya didengungkan isu baru yaitu "kegagalan pemberantasan narkoba".

    Tidak perlu ditanggapi terlalu serius. Wajar saja hal ini terjadi dalam persaingan politik. Disimak saja dan di counter saja sewajarnya.
    Mari kita berkontestasi, berdebat dan bertarung dalam pilpres secara sehat dan damai. Hindari caci maki.
    Jaga persatuan bangsa, jangan sampai terpecah belah.

    Salam NKRI Harga Mati

  2. banyak anggota DPR yg terlibat narkoba,,(pemakai ) hanya saja belum ketangkep basah,
    dan bagi sang pemakai pastilah paham dan jelas kalo orang2 mana aja yg make dan gak,,,😀
    semoga pada tobat para pejabat, kalian di pilih untuk di contoh rakyat,, jdi tolong ajarkan masyarakat dengan cerminan yg baik,

  3. Bagaimna yah..?
    Ketika banyak pelaku kriminal narkoba yg ketangkap kok bisa pemerintah yg disalahkan..?
    Jdi bagaimna klo tdk ketangkap ..? Apa kita bisa bilang pemerintahnya sukses memberantas…

  4. Masih mau pilih orang –orang berpola pikir tdk waras kaya gini ,wahai rakyat indonesia ?
    Mana bisa kaya gini ,,mungkin kalau prabowo kalah maka akandi kata kan jokowi telah gagal menyelenggarakan pemilu yg jujur dan adil !
    Ah ,,orang waras mana yg rela manusia -manusia semacam ini berkuasa di negri ini !!
    Jaga kewarasan kita ,jaga ,, jaga jgn sampai terkontaminasi orang gila ,,semacam ini.

  5. Habis Debat mereka senyam senyum salaman trus dpt uang…..lagh klo kita debat trus musuhan?????!!!smoga indonesiaku tetap aman ya allah….satukan kami dalam perbedaan…ingatkan kami karna qta smua bersaudara….

  6. Jikalau BNN tidak mendapatkan temuan pemakaian/penyalahgunaan narkoba sementara peredaran terus meningkat apa dapat disebut berhasil?. Jumlah penangkapan pemakaian/penyalahgunaan narkoba ini tidak bisa tolak ukur untuk menyebut pemerintah gagal dalam menyerukan anti narkoba. Yang benar menurut saya ialah pemerintah dan BNN berhasil menangkap dan menguak pemakaian/penyalahgunaan narkoba ini, yang artinya BNN telah berani melakukan penegakan hukum secara besar besaran dan menyeluruh. Kesimpulannya jangan pernah menyalahkan pemerintah dan BNN karena mereka telah menjalankan tugasnya dengan baik, lebih baik kita mendukung kerja keras mereka agar semua bandar dan pengguna barang haram ini berkurang. Andi arief? Ya sudah jelas salah karena sudah mengkonsumsi barang haram tersebut.

  7. Wah pak jokowi gagal dalam menangani pembrantasan narkoba..??

    Lah waktu bandar narkoba di hukum mati kemaring2 dimana kenapa tidak komen bos,napa baru komen sekarang pada saat si arif ketangkep..nyari simpati sih nyari simpati untuk mendapat suara dari masyarakat tapi tidak seperti itu juga sih

  8. Jaman sekarang gue rasa alhamdulillah narkoba ga separah jaman gue dulu, gue hampir tiap hari kali sebelum berangkat sekolah sakaw dulu, balik tawuran..kacau dah. Nongkrong dimall ga aman klo masih pake seragam, sekarang gue liat anak skolah dah pada nyantai aman kluyuran di mall.

    Contoh negara membaik.

  9. puyono kelihatan tololnya masak andi arip jdi korban. CONTOH… klo alkohol itu memabukan dn klo tidak mau mabuk jangan di minum. klo udh tau memabukan kok di minum yg di salahin polisi.

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Close